![]() |
Manajemen Persela Siap Tanggung Jawab Imbas Kericuhan Lawan Persijap - PacitanTerikini.ID |
PacitanTerkini.ID - Manajemen Persela Lamongan menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi di Stadion Tuban Sport Center setelah insiden kericuhan dalam pertandingan melawan Persijap Jepara di Liga 2, Selasa (18/2). Selain itu, pihak klub juga menyatakan kesediaannya menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Pertandingan antara Persela dan Persijap yang digelar di Stadion Tuban Sport Center harus dihentikan pada menit ke-78 akibat tindakan suporter Persela Lamongan yang turun ke lapangan dan merusak fasilitas stadion. Insiden tersebut mengundang perhatian berbagai pihak karena dampaknya terhadap penyelenggaraan kompetisi.
Presiden Persela Lamongan, Fariz Julinar Maurisal, menegaskan bahwa manajemen klub bertanggung jawab atas kerusakan dan kekisruhan yang terjadi. “Pastinya kami akan bertanggung jawab,” ujar Fariz saat memberikan keterangan kepada media.
Fariz juga menyampaikan bahwa pihaknya memahami besarnya ekspektasi para suporter terhadap tim. Ia menilai kekecewaan akibat harapan tinggi yang belum terpenuhi menjadi salah satu pemicu kericuhan tersebut.
“Mungkin [kericuhan disebabkan oleh] kekecewaan suporter dengan harapan yang tinggi untuk lolos ke Liga 1. Dari manajemen tim pun memiliki harapan yang sama, tetapi ini belum rezeki,” jelasnya.
Sebagai bentuk respons terhadap tuntutan suporter, Fariz menyatakan bahwa ia telah memenuhi desakan untuk mencopot Wafa Amri dari manajemen tim. “Ketika pertengahan awal babak penyisihan, saya sudah bertemu dengan suporter dan berkomitmen.
Jika suporter meminta Amri keluar, maka dia memang sudah tidak terlibat lagi di tim,” ungkapnya.
Adapun Stadion Tuban Sport Center digunakan sebagai home base sementara oleh Persela Lamongan selama Stadion Surajaya Lamongan menjalani proses renovasi. Kerusakan yang terjadi di stadion tersebut kini menjadi tanggung jawab penuh manajemen Persela.
Insiden ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk meningkatkan pengelolaan pertandingan dan mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang. Federasi sepak bola diharapkan turut memberikan pendampingan dan sanksi yang adil demi menjaga integritas kompetisi.***